Skip to main content

Posts

Featured

Drone AS Melempem di Ukraina, Buatan China Lebih Andal

Perang drone Ukraina lawan Rusia memaksa kedua belah pihak untuk berinovasi dengan cepat. Namun ternyata, drone buatan Amerika Serikat tidak unggul di medan perang sehingga mendorong Ukraina beralih ke drone buatan China. Permasalahan yang terdapat pada banyak drone buatan AS, khususnya drone kecil, adalah bahwa drone tersebut sering tak berfungsi seperti yang diiklankan atau direncanakan. Selain itu menurut sumber, mudah mengalami kesalahan ketika diincar jammer Rusia. Drone AS rupanya rapuh dan rentan terhadap peperangan elektronik. Di sebagian drone AS yang dikirim ke Ukraina, masalahnya termasuk tidak bisa lepas landas, tersesat, tidak kembali atau gagal memenuhi harapan misi. Persoalannya adalah teknologi AS tidak berkembang cukup cepat. Georgii Dubynskyi, wakil menteri transformasi digital Ukraina, mengibaratkan bahwa "apa yang bisa terbang hari ini tidak akan bisa terbang besok." "Reputasi umum setiap kelas drone Amerika di Ukraina adalah mereka tidak bekerja seb...

Fakta Singkat Rudal Balistik Milik Jerman: Roket V-2

"The First Man" dan Program Luar Angkasa Militer Amerika Serikat

Henri Coanda: Sang Penemu Purwarupa Mesin Jet

TNI AU dan Angkatan Udara Singapura Akan Latihan Bersama pada Oktober 2021

Hari Ini, Steve Fossett Sang Pemilik 116 Rekor Dunia Memulai Penerbangan Menantang Maut Demi Rekor

Pimpin Apel Khusus Tahun Baru 2021, KSAU Berharap UAV MALE Bisa Datang Tahun Ini

Rusia Lakukan Pencegatan yang Tidak Aman di Atas Laut Mediterania.

Alot soal Sukhoi, Indonesia Buka Peluang Beli Jet F-35 AS.

Drone MALE Elang Hitam bakal uji terbang perdana Oktober 2020.

Babak Baru (Lagi): Indonesia Dilaporkan Batal Beli Sukhoi Su-35.

Komisi I Setuju Pemerintah Terima Hibah 14 Unit Drone Scan Eagle dari Amerika Serikat.