Perang drone Ukraina lawan Rusia memaksa kedua belah pihak untuk berinovasi dengan cepat. Namun ternyata, drone buatan Amerika Serikat tidak unggul di medan perang sehingga mendorong Ukraina beralih ke drone buatan China. Permasalahan yang terdapat pada banyak drone buatan AS, khususnya drone kecil, adalah bahwa drone tersebut sering tak berfungsi seperti yang diiklankan atau direncanakan. Selain itu menurut sumber, mudah mengalami kesalahan ketika diincar jammer Rusia. Drone AS rupanya rapuh dan rentan terhadap peperangan elektronik. Di sebagian drone AS yang dikirim ke Ukraina, masalahnya termasuk tidak bisa lepas landas, tersesat, tidak kembali atau gagal memenuhi harapan misi. Persoalannya adalah teknologi AS tidak berkembang cukup cepat. Georgii Dubynskyi, wakil menteri transformasi digital Ukraina, mengibaratkan bahwa "apa yang bisa terbang hari ini tidak akan bisa terbang besok." "Reputasi umum setiap kelas drone Amerika di Ukraina adalah mereka tidak bekerja seb
North American XF-108 Rapier. "Interceptor Yang Tidak Ditakdirkan Untuk Lahir"
Bermula dari keinginan USAF tahun 1955
untuk memiliki sebuah pesawat penyergap jarak jauh maka dicanangkanlah konsep
yang disebut, "Long Range Interceptor Experiment (LRI-X)". Konsep
yang pada akhirnya dimenangkan oleh perusahaan legendaris, "North
American" ini menghasilkan suatu desain dari apa yang disebut, "NA-236".
Biaya pengembangan yang mahal dan perubahan
dogma Uni Soviet mengenai Senjata Nuklir Strategis, pada akhirnya hanya membuat
F-108 bagaikan, "Interceptor Yang Tidak Ditakdirkan Untuk Lahir".
A.) Sejarah Pengembangan.
Sebuah "Mock-Up" dari F-108 Rapier
Selama awal tahun 1950-an, USAF atau AU AS
memproposalkan gagasan program yang disebut, "Very High Long-Range
Interceptor", yaitu sebuah program mengenai pesawat pencegat jarak jauh
yang berkemampuan atau berperforma sangat tinggi.
Pada tanggal 25 Juli 1955, pengembangan
resmi dari apa yang disebut sebagai, "Long-Range Interceptor Experimental
(LRI-X)" atau yang berarti, "Proyek Eksperimen Pencegat Jarak Jauh",
telah disahkan. Direncanakan, proyek ini nantinya akan digunakan untuk
menggantikan peran dari pencegat, F-102 Delta Dagger dan F-106 Delta Dart.
Spesifikasinya di keluarkan pada tanggal,
06 Oktober 1955, disebut sebagai, "Interceptor (Pencegat)", yang
mampu terbang pada ketinggian, 60.000 kaki (18.000 meter), saat berkecepatan
sekitar, Mach 1.7 (1.112 Mph) atau juga sekitar, 1.806 km/jam, dengan jarak
yang ditempuh sekitar, 1.000 mil (1.600 km). Pesawat tersebut memiliki dua
orang kru, dan kurang lebih desainnya bermesin ganda.
Pertimbangan lebih jauh adalah mengenai,
"Integrated Fire-Control Systems" atau, "Sistem Kontrol
Persenjataan Terintegrasi", apa yang akan dipasang pada pesawat. Nantinya,
sistem persenjataan ini memperbolehkan pesawat untuk mengintersepsi sebuah
pembom pada jarak sekitar, 60 nmi (110 km), dan tiga target dapat dihancurkan
dalam satu misi.
Diantara delapan perusahaan aeronautika
yang tertarik dari hasil studi sebelumnya, kontrak diberikan kepada perusahaan North
American Aviation, Lockheed, dan, Northrop pada tanggal, 11 Oktober 1955, lima
hari setelah spesifikasinya dirilis.
Satu diantara keseluruhan "desain
kertas" dari beberapa perusahaan, proposal milik North American yang
disebut, "NA-236", terlihat sangat menjanjikan. Desain NA-236 memiliki
kesamaan dengan spesifikasi XF-108 permintaan USAF, meskipun ada beberapa
bagian yang memiliki perbedaan mencolok seperti, dimana ada tambahan bagian dua
"Finlets" di bagian "Midspan" dari Horizontal Stabilizer
atau, Stabilisator Horizontal dan "Canards".
Masalah politik dan kesulitan pendanaan membuat
dibatalkannya program ini secara sementara oleh, Presiden Eisenhower, pada
tanggal, 09 Mei 1956.
Setelah mengalami pertimbangan yang
membingungkan, programnya direncanakan lagi pada tanggal, 11 April 1957, dengan
North American yang dipilih lagi sebagai kontraktor untuk pembuatan dua prototype
F-108.
Desainasi dari F-108 telah dirilis,
diketahui juga, nama dari desainasi F-108 tadi adalah, "Weapon Systems 202"
atau, "WS-202".
Sementara itu, desainasi dari North
American tadi adalah, "NA-257", meskipun diketahui bahwa dasar dari
kedua desain tersebut adalah sama dengan desain NA-236. Disaat yang bersamaan,
USAF Air Defense Command (ARDC), mulai mendahului program dengan memesan
pesawat sekitar, 480 unit pesawat.
Desain yang dihasilkan lalu mengalami "evolusi",
atau perubahan yang cukup mendalam, karena keduannya menggunakan teknologi yang
"canggih" dan sekaligus hasil redefinisi berkelanjutan dari USAF.
Revisi awal secara mencolok menampilkan penggunaan "Canards" pada
pesawat dengan rentang sekitar, 19 kaki/10 inchi (6.04 m), dan ayunan sayap
sekitar, 53,5°. Pesawat dengan konfigurasi ini memiliki MTOW atau Berat Lepas
Landas Maksimum sekitar, 99.400 lb (45.088 kg), dengan "Service
Ceiling" atau Langit-Langit Operasional sekitar, 72.550 kaki (22.113 m).
Sebagai tambahan tugas dari F-108 yang
sebenarnya memiliki fungsi pencegat ini, North American kemudian juga
mengusulkan F-108 sebagai, "Escort-Fighter" atau, Pesawat Pengawal
bagi prototype pesawat pembom supersonik buatan perusahaan Aviasi tersebut
yaitu, XB-70 Valkyrie.
Sementara untuk penggunan komponen, komponen
yang digunakan adalah sama antara, pembom XB-70 dan F-108. Termasuk pengaplikasian
kapsul penyelamat dan pemakaian mesin buatan General Electric yaitu, GE YJ93.
Pertimbangan lain mengenai Pencegat F-108
sendiri adalah, tugas lain dari F-108 yang nantinya akan digunakan sebagai,
"Gap Fillers", atau, "Pembuka Celah" bagi sistem,
"Distant Early Warning (DEW)", atau biasa disebut sebagai,
"Radar Peringatan Dini Jarak Jauh". Dikarenakan kecepatannya yang
sangat tinggi, F-108 mampu memindai area lebih dari, 278.000 mil persegi
(720.000 km2), per jamnya.
Mulai bulan September 1958, perbaikan mesin
dan perubahan desain telah di terapkan. Bagaimanapun, SAC (Strategic Air
Command/Komando Udara Strategis), telah kehilangan ketertarikannya mengenai konsep
Fighter-Escort atau, Pesawat Tempur Pengawal dari F-108. Untuk mendampingi
XB-70 selama melakukan penerbangannya menuju target ataupun kembali, F-108
dalam konsep awalnya seharusnya, atau lebih baiknya di desain dalam Jarak
Pendek jika ingin digunakan sebagai Fighter-Escort.
Pada tanggal 30 Desember 1958, versi
praproduksi dari YF-108A yang sedang dalam pesanan telah dihapus dari pesanan. Dari
yang mulanya berjumlah sekitar 31 pesawat tester, menjadi 20 pesawat tester,
dan uji coba penerbangan perdananya ditunda dari awalnya dimulai pada bulan
Februari 1961, menjadi bulan April 1961.
Desain finalnya, yang kemudian dibuat
sebagai Mock-Up ukuran penuh XF-108, telah dipajang secara resmi oleh USAF pada
tanggal, 17-20 Januari 1959. Proyeknya kemudian diberi nama, "Rapier",
pada tanggal 15 Mei 1959, merujuk pada sebuah kontes yang diadakan oleh, USAF
Air Defense Command, yang menanyakan kepada para, "Airmen" (Sebutan
untuk Personel USAF), mengenai saran nama apa yang cocok digunakan untuk proyek
pesawat tersebut.
B.) Desain.
Gambar Desain dari F-108 Rapier.
Konfigurasi awal dari F-108 sendiri masih menonjolkan
kedua "Engkol" sayap delta yang besar. Pada varian dari pesawat ini,
juga telah dipasang "Ventral Stabilizer" pada bagian sayap yang menonjol
pada bagian "Mid-Span". Dan sebuah "Vertical Tailfin"
tinggi yang bergerak, dilengkapi oleh dua "Ventral Stabilizer" yang
meluas ketika Landing Gear nya ditarik kembali ke dalam kompartemen ban.
Meskipun beberapa desain dari varian
sebelumnya memiliki "Tailplanes" yang terpisah ataupun, "Canards"
depan yang yang pada akhirnya, kedua desain ini sama-sama dibatalkan pada
desain final nya.
Ilustrasi gambar desain dari F-108 versi awal, terlihat versi ini masih memakai bentuk desain sayap "Engkol" Delta yang besar, "Ventral Stabilizer" pada bagian Mid-Span, dan, "Vertical Tailfin" yang dilengkapi oleh dua "Ventral Stabilizer".
Bodi besar dan memiliki sayap yang mampu
membawa dua dan lima tangki bahan bakar, turut memberikan estimasi atau perkiraan
radius pertempuran sekitar, 1.100 mil laut (2.000 km). Kecepatan tingginya
diperkirakan mencapai 1.980 mil per jam (3.190 km/jam), atau sekitar, Mach 3,
pada ketinggian sekitar, 81.800 kaki (24.900 meter).
F-108 ditenagai oleh dua mesin turbojet,
General Electric YJ93, mesin yang sama yang digunakan oleh pembom, XB-70 Valkyrie,
dibagian dalam Fuselage nya.
Bentuk dari mesin Turbojet YJ93 buatan, "General Electric". Selain digunakan pada Rapier, mesin ini juga akan digunakan oleh North American sebagai mesin utama dari Prototype Pembom Supersonik, XB-70 Valkyrie.
F-108 diharapkan mampu membawa radar,
AN/ASG-18, "Pulse-Doppler Radar Set" pertama kali buatan AS yang diproduksi
oleh, Hughes. Radar tersebut memiliki kapabilitas yang disebut, "Look-Down/Shot-Down",
tetapi hanya mampu menjejak satu target dalam waktu satu jam saja.
Radar ini sendiri telah dilengkapi dengan
peralatan penjejak infrared, atau lebih dikenal dengan sebutan, "Infrared
Search and Tracking" atau, IRST, yang letaknya berada dibagian
"Leading-Edges", dari sayap pesawat.
Wujud "replika" dari radar, AN/ASG-18 "Pulse-Doppler Radar Set", yang rencananya akan digunakan pada F-108 Rapier. Radar ini juga dilengkapi dengan alat penjejak inframerah atau, "Infrared Search and Tracking (IRST)", yang posisinya berada di "Leading-Edges" dari sayap pesawat.
Selain itu, radar tersebut juga digunakan
untuk memandu rudal udara-ke-udara yang juga sama dibuat oleh Hughes yaitu,
GAR-9, yang kemudian prefix nya di redesainasi menjadi, AIM-47. Rudal ini nantinya
akan disimpan pada sebuah "Rotary Launcher" yang letaknya ada didalam
teluk persenjataan internal.
GAR-9 adalah rudal jarak jauh yang sangat
besar, dengan radar-set tersendiri yang digunakan sebagai, "Terminal
Homing. Diperkirakan, rudal ini mampu terbang hingga mencapai kecepatan sekitar,
Mach 6, dengan jarak hampir sekitar, 112 mil (180 km).
Gambaran dari Rudal GAR-9 yang akan digunakan dalam sistem persenjataan terintegrasi dari F-108 Rapier. Selain didesain untuk digunakan dalam mengejar target dengan jarak yang cukup jauh, radar ini juga dilengkapi dengan sistem radar-set tersendiri yang digunakan sebagai "Terminal Homing" dengan panduan dari radar AN/ASG-18 tentunya. Diperkirakan, rudal ini memiliki kecepatan sekitar, "Mach 6".
1.) XQ-11 Target Drones.
Gambar dari drones buatan Northrop, AQM-35, ketika terbang.
Sebagai bagian dari WS-202A, sebuah desain
mengenai target udara berkecepatan tinggi (lebih tepatnya Mach 3+) untuk
menguji coba sistem persenjataan dari F-108 telah di proposalkan.
Desain dari drones AQM-35 atau dalam desainasi target disebut sebagai Q-4.
Wright Air Developtment Center, meminta
desainasi dari XQ-11 untuk digunakan sebagai desain target. Permintaan untuk
membuat XQ-11 menjadi target drones ditolak sedari awal selama tahap pengembangan.
Dan program dari F-108 sendiri telah dibatalkan sebelum pengembangan lebih jauh
dari drone target ini dilaksanakan.
2.) Escape Capsules.
Gambaran dari wujud "Kapsul Penyelamat" yang nantinya dipasang pada F-108 Rapier. Selain Rapier, Pembom XB-70 Valkyrie rencananya juga akan dipasang kapsul ini sebagai sistem penyelamatnya di dalam kokpit.
Selain sistem persenjataan terintegrasi dan
rudal jarak jauh dengan radar set tersendiri, F-108 juga dilengkapi dengan
"Kapsul Penyelamat" sebagai sistem penyelamatannya. Kapsul penyelamat
ini memiliki bentuk yang serupa konsep kapsul penyelamat yang dimiliki oleh
B-58 Hustler, dimana di dalamnya berisi, perlengkapan bertahan hidup, sistem
oksigen, "Flight Control Stick" atau, kendali kontrol dari kapsul.
Sebuah gambar skema dari Kapsul Penyelamat beserta dengan perangkat dan sistem penyelamatan di dalamnya.
Sistem ini memperbolehkan Kru untuk di "enkapsulasi"
dengan cara menekan tuas pegangan yang akan menarik kursi dan tungkai para kru,
kemudian bagian atas dan bawah cangkang kapsul akan menutup, lalu udara dalam
kapsul kemudian "ditekan" atau, "Pressurisasi", dan
membolehkan kru untuk menerbangkan pesawatnya turun menuju ke ketinggian paling
rendah sebelum mereka membuka cangkang kapsul.
Dalam artian, jika pesawat mengalami "malfungsi"
yang sangat parah dan memerlukan cara untuk melontarkan diri dari pesawat, sebuah pemicu yang
terletak diantara sandaran tangan akan ditekan untuk memulai pelontaran, Lalu, kapsul tersebut
kemudian akan terlempar keluar dari pesawat. Pada saat keluar dari pesawat,
kapsul tersebut akan mengeluarkan sebuah set "tiang" untuk
penyeimbang, atau sebagai penopang dari propelan roket milik kapsul tersebut untuk
menjauh dari pesawat.
Beberapa detik kemudian, parasut penyelamat
akan keluar, dan, diikuti dengan keluarnya, "Impact Attenuation Airbag",
yang terletak dibawah kapsul. Selain digunakan oleh F-108, kapsul penyelamat
ini juga digunakan oleh pembom supersonik, XB-70 Valkyrie.
Gambar skema tentang cara kerja dari kapsul penyelamat yang dipasang pada F-108 Rapier dan XB-70 Valkyrie.
C.) Pembatalan Program.
Meskipun program XF-108 telah berjalan
dengan sangat baik, akan tetapi, ada beberapa "tanda-tanda" yang pada
akhirnya membawa dibatalkannya program ini, antara lain:
1.) Ancaman pembom Soviet yang tidak dikenal.
2.) Tren berlebihan yang mengarah ke
seputar, "Penyerangan dan Pertahanan Rudal Nuklir", yang terjadi di
akhir tahun 1950-an dan awal tahun 1960-an.
3.) Dan tentu saja, Biayanya yang semakin
lama-semakin "melambung", berkontribusi menjadi penyebab dibatalkannya program dari XF-108.
Perlu diketahui, "Ancaman pembom Soviet
yang tidak dikenal", yang dimaksud adalah pembom, Myasischev M-4
"Bison", pesawat pembom yang mampu mencapai jarak sekitar, 8.100 km,
dan dikonversi menjadi pesawat pengangkut roket Energia untuk keperluan Soviet
Space Programs (CCCP) dengan kode prefix, VM-T "Atlant", ini pernah
menjadi "subjek" dari apa yang disebut sebagai, "Bomber
Gap", ketika keluar pertama kali pada tahun 1954.
Dan pembom ini juga sempat menjadi bahan,
"Hoax", ketika muncul dalam, "Soviet Air Show", yang diadakan
pada tanggal, 1 Mei 1954, betepatan dengan perayaaan Hari Aviasi Uni Soviet dan
Hari Buruh Internasional (May Day), akibat dari salah penghitungan yang
dilakukan oleh, "Observer" dari AS saat M-4 Bison melakukan
"Fly-Pass" dalam event tersebut.
Beberapa ilustrasi dari pembom Myasischev M-4 "Molot" atau dalam kode desainasi barat sering disebut sebagai, "Bison." Pembom inilah yang menjadi penyebab dari tren "Bomber Gap" sekaligus menjadi penyebab alasan penempur interceptor Rapier dibatalkan.
Ditambah lagi, Uni Soviet sendiri lebih
mengadopsi dogma, "Intercontinental Ballistic Missiles (ICBM)" atau,
"Rudal Balistik Antar-Benua", menggantikan tugas pembom strategis
sebagai senjata berbasis nuklir strategis. Hal ini yang membuat petinggi di
USAF beranggapan, pengunaan F-108 sebagai pesawat pencegat jarak jauh serasa
sangat tidak diperlukan.
Ilustrasi dari rudal balistik antar benua atau "ICBM", R-7 Semyorka milik Uni Soviet yang nantinya juga rudal balistik ini akan digunakan sebagai basis dari modul luar angkasa Voskhod 01 yang berhasil mengirim Yuri Gagarin pergi ke luar angkasa untuk yang pertama kali selain akan digunakan sebagai pembawa hulu ledak berbasis nuklir. Akibat dari penggunaan rudal balistik sebagai pembawa hulu ledak berbasis nuklir ini, Amerika Serikat kemudian berusaha keras membuat roket balistik untuk menutupi "celah" dan menyaingi rudal balistik milik Uni Soviet sekaligus, hal inilah yang menjadi penyebab dari Amerika Serikat membatalkan proyek pencegat F-108 Rapier.
Pembatalan dari program XF-108 kemudian
diumumkan pada tanggal, 23 September 1959. Meskipun telah diumumkan
"Batal", North American ternyata "masih" melanjutkan
re-evaluasi desainnya lebih jauh di tahun 1960, berharap mungkin programnya bisa
hidup kembali.
D.) Legalitas & Pengembangan Lebih
Lanjut Pasca Dibatalkannya Program.
Meskipun uang, tenaga, dan, waktu, telah dihabiskan
untuk pengembangan program rapier, tetapi desainnya tidak serta merta musnah
begitu saja. Salah satu contoh keberhasilan dari pengembangan desain program
Rapier adalah, sebuah pesawat pembom nuklir supersonik berbasis kapal induk,
A-5 "Vigilante". Dibuat untuk keperluan Angkatan Laut AS atau, US
Navy, pesawat ini kemudian dimodifikasi menjadi pesawat mata-mata berbasis
kapal induk dengan mempertahankan bentuk "Fuselage" dan paket sistem
persenjataan dari Rapier. Bisa dibilang, A-5 Vigilante adalah pesawat yang
berhasil dari pengaplikasian prinsip desain milik Rapier, tetapi dalam
kecepatan Supersonik sekitar, Mach 2.
Foto dari A-5 Vigilante milik US Navy dan NASA sebagai pesawat Tester. Setelah proyek dari F-108 benar-benar dinyatakan batal, North American tidak serta-merta "hilang" begitu saja. Kontraktor penerbangan ini masih mengevaluasi desain dari F-108 Rapier jika sewaktu-waktu program dihidupkan kembali. A-5 Vigilante adalah salah satu pesawat buatan North American yang masih mempertahankan bentuk desain asli dari F-108 Rapier untuk pesawat berbasis kapal induk. Pesawat yang aslinya dibuat untuk kepentingan Pembom-Supersonik ini nantinya dirombak menjadi pesawat intai berbasis kapal induk sebelum nantinya, digunakan sebagai pesawat tester untuk menguji coba program "SST" oleh NASA.
Hughes Aircraft kemudian melanjutkan
pengembangan dari "Advanced Fire Control Systems" dan rudal GAR-9.
Pengembangan dari radar dan rudal tersebut, lalu dilanjutkan oleh USAF dan pada
akhirnya kedua sistem tadi digunakan untuk pengembangan program Lockheed YF-12.
Konfigurasi final kokpit belakang dari
YF-12A sendiri mirip seperti F-108, sejak menggabungkan display sama yang diperlukan
untuk sistem kontrol penyerangan AN/ASG-18.
Di sisi lain, ketika program konversi
interceptor dari pesawat mata-mata Lockheed A-12, YF-12, sama-sama dibatalkannya
seperti F-108, teknologi radarnya pun berevolusi menjadi radar, AWG-9, yang
kemudian digunakan oleh pesawat tempur besutan Northrop Grumman, F-14 Tomcat.
Rudal GAR-9 juga ikut dikembangkan lebih lanjut menjadi, AIM-54 "Phoenix",
yang sama-sama digunakan oleh F-14 Tomcat sebagai persenjataan utamanya.
Gambar dari Radar AN/AWG-9 Radar milik F-14 Tomcat (atas), setelah program F-108 Rapier secara resmi dibatalkan, Hughes Aircraft kemudian meneruskan pengembangan dari radar AN/ASG-18 menjadi radar AN/AWG-9 yang menjadi radar utama dalam pesawat tempur F-14 Tomcat. Gambar uji coba penembakan dari rudal AIM-54 Phoenix dan skema dari AIM-54 Phoenix (Tengah dan Bawah), AIM-54 Phoenix sendiri adalah pengembangan dari rudal AIM-47 Falcon milik Interceptor YF-12 yang sebenarnya, rudal ini adalah rudal yang sama yang nantinya akan digunakan untuk F-108 Rapier jika nantinya Rapier akan mulai bertugas di USAF.
Akhir kata, sama seperti A-5 Vigilante, US
Navy adalah satu-satunya angkatan bersenjata yang berhasil mengaplikasikan dan
merealisasikan keseluruhan dari pengembangan program Rapier, baik dari segi
desain, maupun dari segi teknologi avioniknya.
*) Langit-Langit Operasional: 80.100 ft (24.400
m)
*) Beban Sayap: 40,8 lb/ft² (199,2 kg/m²)
*) Dorongan/Beban: 0,77
3.) Persenjataan & Avionik.
*) Missiles: 3 × Hughes GAR-9Aair-to-air
missiles in a rotary weapons bay
*) Avionik: Hughes AN/ASG-18 Pulse Doppler Radar
Set
F.) Dalam Budaya Populer.
Dalam budaya populer, F-108 Rapier pernah
muncul dalam suatu serial animasi Jepang berjudul, "Stratos 4",. Di dalam serial
animasi Jepang tersebut, F-108 digambarkan sebagai prototype pesawat luar
angkasa dengan nama, SAC-0 "Stratos 0/4", dengan bentuk gabungan dari
pembom XB-70 Valkyrie.
Ilustrasi dari SAC-0 "Stratos 0/4" yang muncul dalam serial animasi Stratos 4. Desainer dari Anime ini mengambil dua desain dari F-108 Rapier dan XB-70 Valkyrie dengan mengambil bentuk dari "Nosecone" atau moncongnya.
Didalam game berjudul, "Airforce Delta
Strike", F-108 muncul dan menjadi salah satu, "Playable Aircraft",
yang digunakan oleh karakter utama dalam game tersebut. Di dalam game ini juga,
F-108 Rapier masih menggunakan desain dari Rapier versi, NA-236, versi pertama
dari rapier sebelum di redesainasi ulang.
Ilustrasi F-108 Rapier dalam game simulasi arcade buatan Konami, "Airforce Delta Strike" yang muncul sebagai playable aircraft dalam game tersebut. Di dalam game ini, sang desainer mengambil F-108 Rapier dalam bentuk desain awal yang bernama, "NA-236." Terlihat dari desainnya yang masih memakai "Ventral Stabilizer" pada bagian Mid-Span, dan, "Vertical Tailfin" yang dilengkapi oleh dua "Ventral Stabilizer"
Dalam serial novel ringan, "Girly Air Force" karya Kouji Natsumi, F-108 Rapier muncul di bagian Cover depan Volume 12 yang diterbitkan oleh Dengeki Bunko pada tanggal, 08 Juni 2019 lalu. Di dalam novel tersebut, F-108 Rapier muncul sebagai salah satu wujud, "Anima," yaitu gadis artifisial yang difungsikan untuk mengendalikan dari pesawat tempur yang disebut dengan, "Daughters."
Ilustrasi cover depan dari serial novel ringan, "Girly Air Force," yang dimana dalam kisah Volume ini, Kouji Natsumi ingin menceritakan "spin-off" sepak terjang dari F-108 Rapier.
Comments
Post a Comment